jumlah pengunjung

Selasa, 28 Juni 2016

KAPAN SEMUA NYA AKAN INDAH


BANGKU SD…? SUDAH !
BANGKU  SMP..? SUDAH !
BANGKU SMA..? SUDAH !
BANGKU KULIAH!!!!!.. KAPAN YA ???
Entah apa yang saya sedang pikiran saat ini,  yang jelas  dalam setiap lamunan saya, saya hanya  memikiran masa depan, bagaimana saya kedepannya, apakah dapat menjadi orang yang bermanfaat untuk orang lain, atau hanya menjadi orang yang tidak berguna seperti  LAP kompor,, yang setelah dipakai  sekali lalu langsung dibuang.  itulah yang saya Tanya kan pada diri saya.
Saya tidak pernah menyalahkan takdir, karena saya percaya kalau takdir itu sudah diatur oleh allah yang mengatur segala  sesuatu secara detail yang ada dibumi maupun dilangit, dan saya percaya bahwa allah swt telah merencanakan cerita yang bahagia untuk  saya.
Saya tidak pernah menyalah kan kedua orangtua saya, karena bagi  saya mereka sudah melakukan yang terbaik untuk saya,.
TETAPI
Saya  kecewa pada diri  saya sendiri, karena saya belum patuh /tunduk  terhadap perintah allah.
Saya kecewa dengan diri saya sendiri, karena sampai sebesar ini,   saya belum bisa 
Melihat orang tua saya  senyum  bahagia karena bagga melihat anak nya berprestasi.
Maaf kan saya bapak dan ibu. Karena saya belum bisa menjadi anak  kebanggaan  bpk dan ibu,..

Entah, apakah saya percaya atau tidak dengan kalimat ‘’ SEMUA NYA AKAN INDAH PADA WAKTU NYA‘’
Yang jelas saya tak tau kapan semua ini akan berubah menjadi indah.
Dalam dingin nya malam,  saya berdoa kepada allah,.
 “ ya robb.. ikhlaskan hatiku untuk menerima ini semua, tegarka aku, kuat kan aku, aku hanya bisa mengadu kepada mu ya allah, berikan aku jalan terbaik mu, aku yakin takdirmu lebih baik dari semua ini,aku tak tega ya roob, melihat ibu ku yang sudah se tua itu masih bekerja, dengan bekerja  yang tidak sesusia dengan nya, aku tak tega nya robb, memang wanita berasal dari tulang rusuk, tapi bukan berarti menjadi tulang punggung ya roob, aku memohon ya roob, berikan lah aku rezeki, berikan lah aku jalan untuk membahagia kan orangtua ya robb.”

Saya memang kadang lemah,
Bukan berarti tak berdaya,
Saya hanya bisa berusaha.
Walaupun saya kadang resah,
Bukan berarti hati tak tenang,
Saya hanya bisa berdo’a
Saya tak akan menyerah, dan saya tak akan pernah berkata terserah
Saya tidak akan pernah berhenti, dan saya tak akan terhenti
Saya akan terus ayunkan kaki ini untuk melangka  untuk menggapai mimpi.
Walaupun itu sulit, tapi saya percaya,
Orang yang HEBAT itu tidak di hasilkan melalui kemudahan, kesenangan,dan kenyamanan.
TETAPI
Orang yang HEBAT  itu dibentuk melalui KESUKARAN,TANTANGAN DAN AIR MATA.

Saya ingin seperti BULU KETEK,
 walaupun hidup terhimpit dia tetap tumbuh,
walaupun dia tumbuh ditempat yang bau di tetap tumbuh subur,
walaupun dia di cukur dia akan tumbuh lebih kuat dan lebih lebat.
Dan  satu lagi dia tidak pernah patah...

Terimah kasih, itu lah curhatan hati saya.
Hormat saya ,
JEKI HANDIKA

 untuk membaca curhatan saya selanjutnya silahakan klik disini

Selasa, 14 Juni 2016

MATERI PILIHAN KULTUM DAN CERAMAH AGAMA


MATERI PILIHAN KULTUM|kenakalan remaja
Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh
Alhamdulilah hirabil alamin wasalatu wasalamu alla asrafil anbiya iwal mursalin waala alii wasahbihi azmain ama badu
Pertama-tama masrilah kita panjatkan puji serta syukur kehadirat Allah subhana watala. salawat serta salam kita curahkan kepada junjungan kita Nabi Muhammad SAW,kepada keluargaNya, sahabat serta kepada kita selaku penganut sunahNya.
Para hadirin yg di rahmati oleh allah..
Pada kesempatan kali ini saya akan menyampaikan ceramah yang bertemakan tentang kenakalan dikalangan remaja..
para hadirin yang dirahmati oleh allah.
Kenakalan remaja di era modern ini sudah melebihi ambang batas yang kewajar. Banyak anak dibawah umur yang sudah mengenal Rokok, Narkoba, Freesex, dan terlibat banyak tindakan kriminal lainnya. Fakta ini sudah tidak dapat dipungkuri lagi, kita dapat melihat brutalnya remaja jaman sekarang melalui media elektronik atau kita melihatnyalangsung di lingkungan sekitar kita
Contoh kecilnya dilingkungan kita adalah anak2 dibawah umur sekarang sudah sering berkata kotor dan terdengar tidak pantas untuk diucapkan. Hal inilah mengapa dia bisa berbicara seperti itu,. Adakah orang yang mengajarnya, tentu tidak, tapi kenapa dia dapat berbicara seperti itu karna dia sering mendengarkan dilingkungan nya,lalu  mencontohkan apa2 yg dilakukan disekitarnya..
pemuda sekarang itu jauh berbeda dengan remaja zaman dulu.
Kalau zaman dulu itu mempunyai semboyan, otat kawat tulang besi.
Tapi kalau pemuda sekarang mempunyai semboyan gigi kawat galak selfie.
Pemuda zaman sekarang berkata, gunung kan ku daki, lautan luas ku seberangi, tapi kalu masjid di  lewati.
Terus, perbedaan pemuda jepang dengan pemuda di Indonesia,
Kalu di jepang, pemuda e pacak muat robot mirip dengen manusia,
Tpi kalu di Indonesia itu lebih canggih lagi, karne pemuda orang Indonesia itu dapat membuat manusia langsung,, bukan robot lagi atau mirip dgn manusia, tapi benar2 manusia.

Wahai teman2 ku, ketahuilah bahwa kita  itu adalah hambah allah, hamba allah yang harus patuh dan tunduk hanyalah kepada nya, allah s.w.t berfirman:
 وَمَاخَلَقْتُالْجِنَّوَالإِنسَ إِلَّ  لِيَعْبُدُونِ ا
 


”Dan tidaklah Aku menciptakan Jin dan Manusia kecuali hanya untuk beribadah kepada-Ku” (QS. Adz-Dzariyat : 56)
Ayo nikmati masa muda kita, tidak ada yang melarang , tetapi didalam hal ibadah
Karena itu akan mendatangkan kejayaaan di akhirat.
Rosulullah saw bersabda : syababak qoblaha romik yang artinya : gunakan waktu muda mu sebelum masa tua mu..
Karena masa tua kita adalah gambaran dari masa muda.
Ketahuilah, bahwasanya kalau sudah tua susah untuk berubah, karna ape, karne menghafal di waktu muda itu akan berbeda dengan menghafal di waktu.
Sering kite ngomong ay kage bae sholat e, puasa, dan berbuat baik e kage bae nunggu la tue, nah yang ngomong etu, asek2 ye tu panitia surga, ape kite tau kite mati e kapan, karne ape, wank mati tu dak kateg syarat, bukan karne tue, bukan karne sakit, jat, atau pun karne sare,tidakkk,, tapi wank mati karne ajal.

Mari kita manfaat kan masa muda kita, karena masa muda itu datangnya hanya sekali.
Berbuat baik lah kita, karena kalau kita berbuat  maka tidak akan ada kesempatan untuk berbuat jahat.

Wassalamualaikum wr .wb


Selasa, 10 Mei 2016

CERITA ANAK MISKIN PENGEN KULIAH


PENGEN KULIAH, Ibu.. Ayah

Kenapa.. kenapa harus aku? Semua takdir yang terjadi padaku bukanlah sebuah kebetulan. bukan pula sebuah cerita yang bisa terukir indah dalam hidup. Kenyataanku tak sesuai dengan harapanku. Tak dapat kurasakan bahagia itu, tak dapat kurasakan genggaman kasih sayang seorang ayah yang kurindukan, yang kudambakan. Tak dapat ku bandingkan diriku dengan orang lain. Kenyataannya aku berbeda dengan orang lain. Begitupun dengan kehidupanku. Aku berbeda, aku tak sama dengan mereka. Namun dalam hati ini tak dapat kutahan kesedihanku saat takdir seperti ini yang harus kujalani.
“Hey, akhirnya kita lulus juga jeki..” Sahut herli dan leri menyela lamunanku.
“Iya ni..” Singkatku.
“Kuliah dimana kamu nanti jeki?”
“Gak tau nii, kayaknya disini saja.”
“Kenapa gak di luar kota? aku sih rencana di lampung jeki..”
“Gak tau juga aku, masih bingung.”
Apakah aku bisa kuliah atau tidak aku pun tak tau, karena tidak ada biaya. ibuku pasti tak sanggup membiayainya, ucapku dalam hati.
“Hey, melamun lagi. Ayo kita ke kantin temenin bayar utang-utangku sama Bi mimin.” Ucap herli dan leri sambil merangkul bahuku dan kami pun berlalu menuju kantin.
Rasa syukur dan bahagia menyertai semua teman-temanku. Mereka sangat senang karena 3 tahun SMA yang telah dijalani akhirnya bisa lulus juga dan pasti bisa melanjutkan ke universitas yang terbaik di indonesia. Tapi untuk aku tidak. Tidak ada harapan, tidak ada kemungkinan dan mungkin tidak ada lagi peluang aku untuk bisa seperti mereka. Niatku untuk kuliah sangat kuat tapi berat rasa ini jika niat saja yang ada tapi biayanya tidak ada. Yang ku tau “uang bukanlah segalanya.. tapi segalanya butuh uang.. Allah… sakit hati ini, hati ini tak mampu bertahan ketika keinginan tak bisa kuraih.
Waktu menunjukkan jam 5 sore. ibuku yang hanya seorang penyadap karet pulang dengan rasa lelah yang jelas terlihat di raut mukanya. ibuku setiap hari berjalan kaki untuk sampai di pemotongan. Perjalanan yang sangat jauh yang harus ditempuh untuk mencapai pemotongan. Miris hatiku melihatnya. Namun apa dayaku aku tak bisa berbuat apapun. Aku malah memaksa ingin kuliah padahal jelas-jelas itu tak mungkin.
Malam itu ibuku berkata padaku,
“Nak kamu cari kerja yah, buat lamarannya.”
“Kok kerja? aku mau kuliah buk”
“Iya tapi kan ibu gak punya biayanya. Yah kamu sambil kerja nanti kalau bisa ya kuliah.”
“ibu kok maksa, pokoknya aku mau kuliah. Kalau sudah bisa kuliah aku semangat buk kerja.” sambil menitikan air mata aku pun menangis. Aku langsung pergi ke kamar. Diam beribu bahasa, hanya dapat menangis dan menangis sampai akhirnya terlelap.

TAPI

Aku sangat salut kepada ibu ku
Tak gampang membesarkan anak sendirian, bekerja apapun demi anak. Tak gampang tapi ibuku bisa!
Dia wanita kuat, tegar, tak putus asa. Dia ibu terbaik!
Dia tak pernah malu apa yang dia kerjakan selama itu halal dan demi anaknya. Dia segalanya buat diriku walaupun terkadang aku pernah membuatnya kecewa karena sikapku.
Seiring sejalan pun cepat pula berlalu. Ingatanku terus membayangkan bisa kuliah di tahun ini.
“buk bentar lagi pendaftaran di tutup. Aku mau daftar.” ibuku hanya diam saja.
“buk… aku mau kuliah aku mau daftar pokoknya.” Ucapku seakan kesal.
“ibuk tau nak.. ibuk juga bingung. Kamu juga belum dapat kerja bagaimana nanti bayarnya. ibuk juga gak ada uang nak..” Ucap ibukku sambil menghela nafas.
“Coba besok ibuk usaha pinjam. Siapa tau ada jalannya. Sabar ya nak..” Tambahnya sambil menghela nafas.
Aku pun langsung ke kamar, sambil menitikkan air mata. Tak kuat ku menahan asa, melihat mata ibukku tadi yang menunjukkan rasa bingung. Aku tau beliau banyak yang sedang difikirkannya. “Aku kasian buk sama ibuk… tapi aku pengen kuliah juga buk…” sambil menangis dalam tidurku.
Malam itu aku dan ibukku berbincang-bincang.
“nak ibu sudah usaha pinjam tapi gak dapat juga.” Aku pun diam.
“ibu sudah bingung. Kalau mau gadai surat rumah gak bisa juga nak.”
kembali ku terdiam. Aku diam memikirkan semua. Aku yakin aku tidak bisa kuliah. Aku juga gak tega dengan ibuku. Apakah aku harus terus-terusan memaksa ibuku? Tega kah aku membiarkan ibuku sedih dengan semua permintaanku.
Dia yang rela melakukan apapun demi aku. Bahkan sampai aku sudah lulus seperti ini tapi masih meminta padanya? Aku bingung.. semuanya tak dapat ku fikir dengan logika. Perasaanku lebih dalam dari logikaku.
“Ya sudah kalau gak kuliah gak papa.” Jawabku pelan.
“ibu sudah usaha nak tapi ya kenyataannya begini. Gak papa ya nak, jangan kecewa, jangan putus asa. Tetap semangat kerja ya.”
Tak kujawab ucapan ibuku, aku pergi ke kamar dengan rasa sedih.
Sedih.. kecewa.. pengen teriak tapi tak bisa. Di tengah malam kupanjatkan doaku pada Allah. Aku menangis dalam setiap aduanku. Tak bisa kutahan lagi, tangisanku mengalir terus hingga aku terisak-isak.
“Ya Rabb… ikhlaskan hatiku untuk menerima ini semua. Tegarkan aku, kuatkan aku. Aku hanya bisa mengadu padaMu ya Allah.. berikan aku jalan terbaikMu. Aku yakin takdirMu lebih baik dari semuanya. Aku tak mau membuat ibuku sedih. Sudah cukup ia rasakan kepedihan selama ini. Allah… aku hidup karenaMu, aku mati pun karenaMu.. aku milikMu ya Allah…” terisak batin ini, tersedu-sedu ku meluap dalam tangisanku ini. Sakit hati ini… kembali ku menangis hingga tertidur dalam sajadahku.
Esok pun tiba. Hari dimana semua orang mulai mendaftar kuliah. Kecuali aku. orang.
, aku berkata pada ibuku,
“buk aku gakpapa. Aku gak kecewa sama ibu. Aku gak kecewa sama semua orang. Aku kecewa pada diri sendiri. Mungkin ini sudah takdir Allah. Aku berusaha tetap tersenyum buk,” sambil kuteteskan air mata.
“Aku kerja aja buk. Gak usah kuliah buk. Aku…” Rasa tangis ini lagi tak tertahan lagi.
“Sudah nak jangan nangis. ibuk ngerti nak perasaanmu. Sabar nak..”
Sambil memelukku erat.
“Iya udah aku gakpapa kok buk. Aku ikut ibu nyadap karet ya buk”
“iya nak . .emang kamu mau, Jangan dipikirin nak.”
“iya buk aku mau..”
Sepanjang jalan menuju pemotongan aku terus melamun. Memikirkan semuanya. Dalam hati hanya berkata-kata,
“Pasti enak ya yang bisa kuliah hari ini. Tapi aku gak boleh gitu. Kan udah janji gak boleh sedih. Nanti Allah marah kalau aku gak bisa terima takdir ini. Aku bisa memotivasi orang, aku selalu memberikan semangat pada teman-temanku tapi untuk membuat diriku semangat lagi susah.. gak gampang. Tapi mulai hari ini aku ingin menulis ceritaku ini. Aku ingin jadi penulis yang bisa memberi semangat semua
Setelah sampai. Langsung ku mulai kerja. Tersadar lagi dan kuucap, “Waktu belum bisa memungkinkan aku untuk bisa kuliah tahun ini. Begitupun dengan waktu sampai saat ini, belum bisa menemukanku dengan seorang Ayahku sendiri. Mungkin perlu waktu kembali untuk merubah semuanya. Tapi dalam relung hati yang terdalam ini.. aku masih menunggumu ayah. Menunggu kasih sayangmu yang hilang bertahun-tahun, yang tak pernah aku rasakan sedikit pun. Tapi sampai kapan? Akankah semua ini terjawab? Ya Allah… semuanya aku pasrahkan padaMu.” lagi dan lagi aku terhanyut dalam kesedihan. ah sudah aku gak boleh cengeng. Aku harus bisa bangkit. Harus bisa! bismillah…
Aku hanya bisa berharap suatu hari nanti bisa menjadikan takdir ini berubah menjadi lebih baik lagi. Kesibukanku kini ku lewati agar aku tak merasakan kecewa lagi. Hari-hari kini kulalui. Walau kadang sedih menerpa tapi tetap ku berjuang demi sosok seorang ibu. Keluarga, dan teman2. Dan kini aku lewati semua sampai waktu itu tiba… sampai kepastian itu datang… dan sampai semua orang bahagia karena aku…